Senin, 08 Maret 2010

badai kapan berlalu

Sudah lebih dari dua tahun kami berlayar di samudera ini. Sudah ribuan badai kami hadapi, dan saat satu badai terlewati, selalu saja ada badai-badai susulan yang datang. Lama-lama kami jadi terbiasa, seperti mati rasa rasanya. Hingga akhirnya ada satu badai yang datang terlalu kencang di saat kami sedang tertidur dan lengah. Badai memporak-porandakan kapal kami. Lambung kapal kami pecah dan remuk, satu per satu kayu pelapisnya terlepas dari dinding kapal. Dek kapal mulai tergenang dengan air. Saat layar kami kembangkan, angin kencang merobeknya tanpa ampun. Kemudi berputar ke kanan dan ke kiri tanpa asuhan. 

kami terdiam, 

sedetik kemudian kami tenggelam.

Bahkan kami belum tahu bagaimana akhir tujuan pelayaran ini. Saat tenggelam ini pun, badai masih menerjang kami. Karma mungkin, ribuan kesalahan yang kami ciptakan memberi tuaian seperti yang kami tanam. 

kami berenang ke tepian,

sedetik kemudian--kami tersadar kami kehilangan.

Tak pernah  kami sesali bagaimana kami memulai perjalanan berlayar ini. Tak pernah kami sesali bagaimana kami berproses dalam badai-badai dan tenang ombak mengalir. Yang kami sesali, kenapa lengah kami menjalani hidup ini.

Dan dibalik semua itu, kami mulai kembali membangun kapal kami yang baru. Bukan demi menciptakan hidup yang baru, tapi demi menyelesaikan cita dan kisah hidup awak kami yang dulu.



-bukan diri ingin demonstrasi anarki, ini hati ungkapan peduli-
ENDLESS SACRIFICE

4 komentar:

  1. pertaMAX....
    KEREN NDRO KEEP POSTING....
    DOAKU UNTUK ANGKATANKU...

    BalasHapus
  2. wes... sangar tenan! posting maneh nuw...
    sekolahindustri yow digarap sisan! :p

    BalasHapus
  3. TERHARU...Badai tak'kan berlalu. tapi bagaimana kita tetap kokoh menghadapinya...Jozz!

    BalasHapus
  4. wah, indro ganteng banget sih... gilak!

    BalasHapus