Sabtu, 25 Desember 2010

reuni #1

Hari ini, malam ini ada reuni #1 anak2 atmi40. Meskipun hanya ada segelintir orang, tapi reuni tetep jalan dengan segar dan penuh kenangan! Siapa sangka, cangkemannya timbul masih seperti dulu, sombong dan angkuh!haha.. dan Genjik masih saja takut udut di depan Astika..wakakaka...dan kinclonk tetap stay cool dan kalem =p
Sayangnya, kita tidak sempat berfoto untuk menyimpan momen ini. Reuni ini diadakan di Wedangan Gober, dengan 6 botol bir bintang di meja!haha.. dan siapa sangka, sekarang Ayu doyan nge bir! wow! dan Indra masih ganteng saja =p

reuni kali ini dihadiri : Indro, kinclonk, timbul, Ayu, Astika, Genjik, Asenk, Qodri, Ndomat, Brandon, Zebo, Yusub (pake B), dan siapa lagi ya..?

Anyway, semoga persahabatan kita semakin lancar jaya, dan persaudaraan #atmi40 semakin dieratkan...

Sabtu, 18 Desember 2010

Natal

Saudara-saudara apakah ada di antara anda yang belum pernah menunggu ?

Apakah anda pernah menantikan sesuatu ? Apakah ada bedanya antara menantikan kedatangan teman yang kita tunggu-tunggu, pacar misalnya, dengan menantikan datangnya PHK ? Menanti kedatangan pacar maupun menantikan kedatangan saudara di bandara akan kita nantikan dengan berdebar dan penuh harap. Ada harapan, bagaimana nanti bila bertemu, bagaimana wajah saudara kita, bagaimana kisah pacar atau saudara tersebut ? Tentu kita akan dengan semangat menunggu.




Lain halnya apabila kita menunggu rekan bisnis atau murid yang harus datang les pada jam tertentu. Apabila kita berjanji bertemu pada pukul 16.00 sore dan sampai jam 17.00 belum juga datang, kita akan merasakan bahwa penantian, menunggu adalah sesuatu yang sangat membosankan. Paling-paling, kita hanya akan bertemu dengan rekan bisnis yang itu-itu saja, atau dengan murid yang bodoh, dengan client yang sok tahu, dll. MIsalkna, kita berjanji bertemu pukul 19.00 di sebuah restoran, dan kita datang tepat waktu, kita akan merasa membuang waktu menunggu lebih dari 15 menit di restoran, sendirian!!!

Hari jumat yang lalu, saya ikut melihat kirab pusaka dan kirab kerbau Kyai Slamet. Sejak pukul 22.00, saya berangkat dari rumah. Di sekitar keraton Kasunanan sudah terasa keramaian. Banyak orang datang dari daerah sekitar Solo untuk mengikuti kegiatan ini. Mulai dari alun-alun utara, siti hinggil, sampai ke bagian tengah keraton. Banyak orang yang datang ingin menyaksikan. Sekali lagi, semua manusia di sekitar saya, melakukan kegiatan yang dianggap paling membosankan di dunia yaitu menunggu. Kita semua di sana menunggu datangnya kerbau Kyai Slamet untuk berjalan mengawali prosesi. Kerbau kok ditunggu, tentu saja Kerbau tidak memiliki jam seperti manusia. SEmauanya sendirilah, kapan mau berangkat. Dalam keramaian seperti itu, ada saja orang yang berupaya memaknai penantian dengan bercerita dengan teman sebelah, atau memancing orang di sekitarnya agar berkonsentrasi. Sebentar-sebentar muncul suara yang diikuti gemuruh orang yang bersiap-siap menyambut “Kae kebone wis teko”. Tindakan semacam itu membuat konsentransi orang berubah dan menjadi ramai, mengikuti seruan-seruan tersebut. Saya sendiri juga masuk dalam situasi semacam itu, situasi harap-harap cemas. Sama seperti semua orang yang ada di sana. Ada yang sudah bersiap denga pakaian jawa, dengan foto di tangan, dengan posisi di sekitar janur yang akan segera diperebutkan begitu Kyai Slamet melewatinya. Semua memiliki tujaun sendiri-sendiri dalam penantian tersebut. Orang yang seperti saya, yang sekedar ingin mengikuti dan melihat suasana, lama lama terpengaruh juga. Saya bertanya, yang saya nanti itu siapa ? Kyai Slamet, Kirab Pusaka ? Atau Janur yang siap diperbutkan ? Saya kira, yang mengalami hal seperti itu pastilah bukan hanya saya. Saya melihat bahwa malam itu, tumplek bleg warga Solo di sekitar saya. Mereka semua pasti juga memiliki sendiri apa yang dinantikan. Apa itu yang dinantikan ?

Di sela-sela penantian tersebut ? saya mencoba bekeliling, menyapa, mengajak ngobrol orang di sekitar saya, mereka ramah. Ada sepasang pemuda-pemudi yang kelihatan tidak dari SOLO, terlihat dari bahasa Indonesia yang mereka gunakan. Yang perempuan kelihatannya dari Sekitar SOlO, atau tahu prosesi itu, sedangkan yang lelaki dari luar SOLO, saya simpulkan dari pertanyaan yang diajukan. Dia menyatakan “ apa yang ditunggu ? bukankah kyai slamet itu hanyalah kerbau albino ? orang-orang bodoh, begitu katanya”, tetapi yang perempuan mengatakan “ mereka tidak bodoh, hanya belum tahu saja”. Bagi saya, kedua orang tersebut masih dalam jajaran orang yang sama-sama menanti, tetapi memaknai berbeda dengan kebanyakan orang. Mereka menganggap yang lain bodoh dengan interpretasi yang lain. Bagi kita semua, nampak bahwa semua tetap memiliki latar belakang, motivasi dalam menanti. Perbedaan motivasi tidak menghalanig orang menanti suatu peristiwa yang sama.

Sekarang kita juga ada dalam situasi yang sama. Masa Natal dimulai dengan masa penantian, masa adven. Dalam masa adven, sudah mulai dianntisipasi kedatangan Yesus, lewat renungan yang kita lakukan setiap minggu. Di sisi lain, pihak industri juga memanfaatkannya dengan momen diskon besar-besaran, dengan lagu natal, dengan hiasan natal, suasana natal, segala atribut yang dicantumkan sama dengan natal. Dengan semua itu, kita menjadi yakin bahwa kita akan menyambut natal. Natal menjadi semakin menarik karena banyak orang yang menantikannya, mensituasikannya, dan memberikan tawaran kegembiraan. Di tengah segala gegap gempita semacam itu, tentu saja, kita bisa menjadi seperti di tengah kirab Kyai Slamet itu, lupa tentang maksud penantian kita, terlarut dengan segala kegembiraan yang ditawarkan menjelang datangnya hari natal. Selalu, setiap perayaan mengandung lupa akan apa yang sebenarnya dirayakan sehingga tak ada gregetnya lagi.

Masih ingatkah anda dengan sabda Yesus kepada Maria dan Martha ? Yesus mengatakan bahwa Maria, engkau sibuk dengan perkara-perkara lain, tetapi saudarimu Martha telah mendapatkan apa yang dia harapkan. Seringkali, perayaan, pesta membuat kita sibuk, benar-benar sibuk pada persiapan. Kita sibuk sehingga lupa, untuk apa semua kesibukan itu patut kita tanggung ? Mengapa kita harus sibuk ? Begitu juga dengan perayaan Natal. Natal menjadi sesuatu yang menyibukkan, hadiah, pohon, baju baru, masakan, tetapi lupa, mengapa kita harus berpesta merayakan kehidupan ini ? untuk apa itu semua persiapan itu layak ditanggung ?

Satu hal yang bisa dijadikan jawaban tentu saja adalah Harapan. Hal ini tentu menjadi modal orang melakukan penantian. Orang mengharapkan akan terjadi sesuatu yang lebih baik, potensi lebih terbuka. Penantian menjadi layak ditanggung karena adanya harapan. Natal menawarkan harapan, harapan semacam apa ? kita semua memiliki pengalaman tersendiri tentang Natal dan harapannya di dalamnya. Harapan Natal adalah Harapan Keselamatan. Kembali, wah susah frater, keselamatan itu seperti apa to ? Kok sulit ?

Keselamatan yang ditawarkan sebagai harapan adalah keselamatan seperti yang ada dalam surat kepada Rasul TITUS bab 3 ayat 4-7. Di situ ditandaskan, begitu besar anugerah keselamatan. KEselamatan di situ, bukan karena jasa manusia kemudian keselamatan diberikan kepada manusia, melainkan kasih ilahi itu sendiri yang membawa manusia kepadaNya. Keselamatan itu seringkali kit abaca sebagai suatu hadiah atas amal baik kita, tetapi bukan semacma itu keselamatan Allah.

Apakah bila kita melakukan hukum Allah, kemudian kita bisa masuk Surga. Apakah Allah perlu disogok dengn perbuatan baik kita ? apa perlulnya bagi Allah ? tidak ada. Kebaikan kita, perbuatan baik kita bukanlah akumulasi sebab kita bisa masuk ke dalam Surga. Bila Allah memperkenankan, kitapun bisa seperti penjahat di sebelah Yesus yang pada saat itu juga diajak oleh Yesus menuju kerajaanNya. Keselamatan yang Cuma-Cuma, itulah yang ditawarkan dengan kedatangan Yesus.

Natal merayakan kedatangan Yesus sama dengan pengharapan akan keselamatan Cuma-Cuma yang akan hadir bersama dengan penerimaan akan Yesus. Sama seperti sepasang muda-mudi yang tidak tahu makna perebutan janur dan penantian Kyai Slamet dalam Kirab 1 Suro, Keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus akan menjadi berita basi dan isapan jempol belaka apabila tidak dimaknai. Seorang peziarah Suro mengatakan bahwa Khasiat Janur akan mulai apabila dilewati Kyai Slamet, maka perebutan janur sebelum kyai slamet lewat, tidak akan bermakana apapun. Tanpa harus menyalahkan, kita dapat melhiat bahwa demikianpun dengan kita. Ajakan refleksi ini akan mental dan tak berguna apabila semua tinggal menjadi tindakan mekanis bahkan tak disadari. Perayaan Natal adala perayaan untuk semakin menyadari diri kita, Keselamatan apakah yang telah aku terima dan patut kusyukuri ? Keselamatan apakah yang aku nantikan untuk kuterima dalam perayaan Natal kali ini ? 

Minggu, 05 Desember 2010

Memory of Surat Ijin

masih pada ingat ini gak?haha


PERMOHONAN IJIN TIDAK MASUK
TIINGKAT III


Dengan ini saya :Nama : ..................................................................................
No Induk : ..................................................................................
Kelas/Absen : .............. / ..............

mohon izin tidak masuk
Pada hari, tanggal : ...................... , ............................................
Keperluan : .....................................................................
.....................................................................

Adapun data tentang kehadiran akademik saya sampai dengan tanggal ................. adalah sebagai berikut :
Jam Plus : ............... jam
Jam Minus : ............... jam
Kompensasi : ............... jam

Demikian permohonan izin saya, dan saya menyampaikan terima kasih atas perhatiannya.

Surakarta, ....................

          Mengetahui,                                                            Hormat saya,




     .............................                                                   ...........................
Orang tua /Wali mahasiswa                                                 Mahasiswa


Keputusan Instruktor
Menyetujui dengan penambahan jam minus ............. jam
Menolak dengan alasan .........................................................................................
............................................................................................................................


Surakarta, ...................



......................................
Instruktor Tingkat 3

Selasa, 16 November 2010

Sumber Ide Usaha

Salah satu kendala seseorang untuk memulai usaha sendiri adalah tidak memiliki ide usaha, mereka seringkali bingung untuk memulai suatu usaha yang hendak ditekuninya. Padahal banyak cara bisa dilakukan untuk memperoleh atau menemukan ide untuk memulai suatu usaha entah sebagai usaha sampingan lebih dulu baru kemudian menjadi usaha pokok atau justru langsung saja menjadi pekerjaan utamanya. Beberapa sumber ide usaha berikut bisa dijadikan acuan untuk menggali ide-ide usaha, lalu menuliskan apapun yang terlintas dalam pikiran anda, fokuskan hanya pada ide - jangan dulu berfikir modal dan hal lain. Bisa jadi nantinya akan muncul ide usaha baru yang unik.


            Sumber ide untuk memulai usaha sendiri antara lain :
 
    1. Pengalaman & Pekerjaan.
           Pengalaman diri sendiri atau orang lain bisa menjadi guru yang baik dan sumber ide bisnis. Pengalaman buruk/gagal sering kali sulit dilupakan, lalu kita akan berupaya mencari cara baru untuk mengatasinya. Cara ini akan membuka peluang munculnya ide yang menarik. Demikian juga pengalaman kerja yang diperoleh karena Jenis Pekerjaan yang pernah dan sedang ditekuni, juga merupakan sumber sangat besar untuk menghasilkan ide-ide bisnis yang tepat. Seseorang dengan jenis pekerjaan yang sudah lama ditekuni memahami betul bidang usaha apa saja yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan pekerjaannya saat itu.

    2. Keterampilan.
          Keterampilan apapun yang sudah dimiliki dan dikembangkan dalam waktu cukup lama akan membentuk naluri atau insting bisnis. Banyak orang yang memulai usaha sendiri berdasarkan pada keterampilan yang mereka miliki.

    3. Minat dan Hobi.
           Minat dan hobi cukup efektif untuk membangun keyakinan dan motivasi kuat untuk mandiri. Orang tidak merasa terbebani bila melakukan kegiatan yang ia sukai, terutama yang berkaitan dengan minat dan hobi.

    4. Pengamatan.
           Mengamati sesuatu yang terjadi di "sekitar" kita bisa menjadi peluang bisnis. Pengamatan ini diperlukan bagi mereka yang ingin mandiri. Identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi bisa menimbulkan peluang bisnis yang bisa terus dikembangkan.

Sekali lagi, jika anda berkeinginan kuat untuk berwirausaha dan hingga kini belum menemukan ide usaha, ambillah secarik kertas, gunakan sumber-sumber ide di atas untuk membantu imajinasi anda dan mulailah menuliskan ide-ide apapun yang terlintas bahkan yang "aneh" sekalipun.

Selamat mencoba..!!

Sabtu, 13 November 2010

Book Share

Judul : (The Japanese Samurai Code) Misteri Kode Samurai Jepang
Pengarang : Boye De Mente


Jepang benar-benar luluh-lantak usai dijatuhi bom oleh tentara sekutu. Tapi lihatlah kini, dari luluh-lantah Jepang berhasil bangkit dan bahkan menjadi salah satu pioneer yang amat disegani dalam segala aspek pergaulan internasional, dari bidang ekonomi, politik, keamanan, militer, hingga kebudayaan.

Ya! Pelajaran emas yang bisa digali dari kebangkitan Jepang terletak pada kuatnya energi samurai : sebuah falsafah hidup yang berani mati untuk keyakinan, harga diri, dan komitmen, yang jauh melampaui sekat-sekat egoisme, arogansi, dan mental menyerah/mengemis. Samurai berhasil dengan sempurna menjadi tulang punggung kebangkitan Jepang! Samurai bukan sekedar kisah leluhur, melainkan ruh kehidupan orang-orang Jepang, dari dulu sampai sekarang.

Tahukah kamu bagaimana misteri kode Samurai itu memberikan spirit dan kekuatan maha dasyat bagi bangsa Jepang? Bagiamana kode-kode Samurai begitu digdaya menumbuhkan optimisme, ketahanan, dan keberanian menantang segalanya?

Temukan jawabannya disini...

Jumat, 12 November 2010

Fight a Good Fight

The good fight is the one that's fought in the name of our dreams. Don't be afraid or become our own worsts enemy.
Kalah menang, sukses gagal itu hal yang biasa dan pasti terjadi dalam hidup kita. Dan bukan dua hal tersebut yang penting. Karena manisnya kemenangan pasti akan segera berlalu dan hanya meninggalkan kenangan akan kemenagnan itu sendiri. Demikian kekalahan atau kegagalan. Yang terpenting adalah kita berjuang atas nama mimpi kita, tidak peduli semustahil apapun. Karena satu-satunya musuh yang menghalangi kita menggapai mimpi adalah ketakutan-ketakutan kita untuk mengambil langkah pertama menuju mimpi itu.
Sukses buat teman-teman ATMI 40. semoga bermanfaat.


(belajar bijak seperti bang Indro...hehe)

Selasa, 09 November 2010

for you ATMI 40

Marilah kita hidup menurut diri kita. Percayalah pada diri sendiri. Jangan membiarkan orang-orang sekitar kita menjadi atasan kita. Gunakan akal untuk menemukan hal-hal yg ingin kita ketahui. Marilah kita mengerjakan apa saja yg menurut kita sendiri baik untuk kita kerjakan.


Jangan memanipulasi orang lain. Tetapi jangan pula membiarkan diri kita dimanipulasi oleh siapapun. Kita harus mampu berkata : “Ya, saya mau mengerjakan itu”. Tetapi juga jangan takut untuk berkata : “Lebih baik saya tidak mengerjakan itu, karena ada diluar kemampuan saya”.

Hiduplah dengan jujur dan berani menurut rahmat yg kita terima pada saat itu.

Senin, 08 Maret 2010

badai kapan berlalu

Sudah lebih dari dua tahun kami berlayar di samudera ini. Sudah ribuan badai kami hadapi, dan saat satu badai terlewati, selalu saja ada badai-badai susulan yang datang. Lama-lama kami jadi terbiasa, seperti mati rasa rasanya. Hingga akhirnya ada satu badai yang datang terlalu kencang di saat kami sedang tertidur dan lengah. Badai memporak-porandakan kapal kami. Lambung kapal kami pecah dan remuk, satu per satu kayu pelapisnya terlepas dari dinding kapal. Dek kapal mulai tergenang dengan air. Saat layar kami kembangkan, angin kencang merobeknya tanpa ampun. Kemudi berputar ke kanan dan ke kiri tanpa asuhan. 

kami terdiam, 

sedetik kemudian kami tenggelam.

Bahkan kami belum tahu bagaimana akhir tujuan pelayaran ini. Saat tenggelam ini pun, badai masih menerjang kami. Karma mungkin, ribuan kesalahan yang kami ciptakan memberi tuaian seperti yang kami tanam. 

kami berenang ke tepian,

sedetik kemudian--kami tersadar kami kehilangan.

Tak pernah  kami sesali bagaimana kami memulai perjalanan berlayar ini. Tak pernah kami sesali bagaimana kami berproses dalam badai-badai dan tenang ombak mengalir. Yang kami sesali, kenapa lengah kami menjalani hidup ini.

Dan dibalik semua itu, kami mulai kembali membangun kapal kami yang baru. Bukan demi menciptakan hidup yang baru, tapi demi menyelesaikan cita dan kisah hidup awak kami yang dulu.



-bukan diri ingin demonstrasi anarki, ini hati ungkapan peduli-
ENDLESS SACRIFICE

Senin, 25 Januari 2010


Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

***


Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.

ps. “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.” (Hilman, Lupus I)

www.resensi.net

Hidup Adalah Anugerah


Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!


http://www.resensi.net/hidup-adalah-anugerah/2008/12/05/